Tuesday, August 13, 2013

Penis Anda Lemah Ereksi, Hati - Hati Bro.....

Sumber: Kompas.com

Kondisi fisik dapat menentukan keras atau lemahnya penis anda saat melakukan hubungan sex.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pfizer mengenai Ideal Sex Survei 2011 menyatakan bahwa, seorang pria dengan tingkat kekerasan penisnya saat ereksi berada di level 3 (keras seperti sosis) memiliki masalah kesehatan dibandingkan dengan seorang pria yang mengalami ereksi optimal di skala 4 (keras seperti buah timun).

Persentasi penyakit kronik yang diderita oleh seorang pria yang mempunyai tingkat ereksi di level 3 dapat berupa:
  • Ejakulasi Prematur (64%)
  • Diabetes (23%)
  • Kondisi kesehatan lain (22%)
  • Tekanan Darah Tinggi (21%)
  • Obesitas (13%)
  • Penyakit Hati (6%)
Seorang pria dengan ereksi level 3 ini disebab kondisi kesehatan yang buruk dimana sel-sel pembuluh darah yang berada di penis tidak dapat terisi dengan darah secara sempurna, hal ini dikatakan langsung oleh dr. Heru H Oentoeng, SpAnd, Asosiasi Seksologi Indonesia dalam acara pengumuman hasil Ideal Sex Survei 2011 di Jakarta, Kamis, 23 Juni 2011.

Berdasarkan survei menyatakan bahwa 62% pria yang mempunyai penis ereksi di level 3 lebih sering mengunjungi dokter dari pada 51% pria dengan skala penis ereksi di level 4. Erection Hard Score (EHS) adalah tes mandiri yang sederhana, tervalidasi dan menunjukkan derajat kekerasan ereksi dengan ukuran berskala 1 s/d 4.
  • Skala 1 adalah tipe penis membesar tetapi tidak keras.
  • Skala 2 adalah tipe penis keras tetapi tidak tidak cukup keras untuk melakukan penestrasi.
  • Skala 3 adalah tipe penis cukup keras.
  • Skala 4 adalah tipe penis yang ideal dengan tingkat kekerasan seperti buah timun.
Tingkat kekerasan ereksi seorang pria dapat dihubungkan dengan kebahagian hidupnya. berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, pria dengan ereksi di level 4 merasa dua kali lebih puas dengan hubungan rumah tangganya dibandingkan dengan pria yang mempunyai ereksi penis level 3.

Dr. Heru H Oentoeng, SpAnd menyatakan bahwa pria yang menderita gangguan ereksi tidak perlu berkecil hati. Jangan malu untuk mencari solusi penyembuhannya dan segeralah datang ke ahli medis yang profesional dalam menangani masalah ini, "kata dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dalam penanganan gangguan ereksi harus berdasarkan penyebabnya, jika disebabkan oleh diabetes, maka gula darah harus di kontrol. Kalau disebabkan karena kegemukan harus diatur berat badan yang ideal. dan jika susah ereksi karena obat-obat yang dikonsumsi maka obat tersebut harus dikurangi atau diganti dengan obat yang lain yang tidak mengganggu dengan ereksi penis. Pernyataan tambahan dari Dr. Heru H Oentoeng, SpAnd.

Penderita disfungsi ereksi disarankan janganlah malu untuk berkonsultasi dengan masalahnya dan carilah dokter yang mempunyai keahlian kompeten di masalah disfungsi ereksi. Jangan membeli dan meminum obat yang tidak jelas keberadaannya karena yang harus disembuhkan adalah penyebab dari disfungsi ereksinya.

Olah raga adalah salah satu cara yang dapat digunakan dalam pengobatan dalam kondisi disfungsi seksual. Cukup lakukan olah raga rutin 15 s/d 30 menit setiap hari dapat menyehatkan tubuh, meningkatkan libido, menurunkan stress dan melancarkan aliran darah ke bagian genital.

Pria yang melakukan olah raga dengan rutin memiliki resiko disfungsi ereksi lebih rendah. Bahkan setelah berusia 50 tahun, penisnya masih dapat ereksi dengan baik, dibandingkan pria yang tidak melakukan olah raga secara rutin. "pendapat dr. Rachmad Wahyu Hidayat, SpKO, dalam acara yang sama.